Muslim melakukan sholat Tarawih pertama di Dua Masjid Suci Arab Saudi

Muslim melakukan sholat Tarawih pertama di Dua Masjid Suci Arab Saudi

Para jamaah melakukan sholat Tarawih pertama di Dua Masjid Suci pada hari Senin di tengah langkah-langkah COVID-19 yang ketat.
Raja Salman mengeluarkan keputusan pada hari Minggu yang menyetujui sholat Isya di masjid-masjid di seluruh Kerajaan selama bulan Ramadhan, tetapi itu dikurangi dan digabungkan dengan sholat Isya.
Hanya jamaah yang divaksinasi atau kebal yang akan diizinkan memasuki Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah Keutamaan Raudhah dan mereka yang tidak memiliki izin akan menghadapi denda besar dalam upaya mencegah penyebaran virus.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci mengatakan telah meningkatkan operasi desinfeksi dan sterilisasi, dan mendistribusikan botol air Zamzam sekali pakai ke aula, area, alun-alun, dan kepada pengunjung, secara umum.
Pihak berwenang mengatakan telah merekrut lebih dari 100 personel untuk menyambut jamaah di pintu masuk dan mengarahkan mereka ke tempat yang ditentukan dan memasang titik penyaringan. Kamera termal telah dipasang untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit di antara mereka yang memasuki masjid.

Sementara itu, Kementerian Agama Islam menyatakan telah menyelesaikan semua persiapan bulan suci umat Islam. Program tersebut meliputi sejumlah proyek, yakni pendistribusian kurma melalui Islamic center dan atase keagamaan di sejumlah negara, inisiatif buka puasa Raja Salman di 16 negara, kampanye pembatasan penyebaran virus corona di masjid, serta rangkaian kegiatan kuliah virtual sepanjang bulan.

Kementerian juga mengeluarkan surat edaran ke semua masjid, meminta para imam dan muazin untuk melaksanakan sholat Maghrib dan Isya selama dua jam sepanjang Ramadhan. Disebutkan pula bahwa waktu tunggu antara azan dan Iqama (dimulainya sholat) adalah 10 menit, kecuali untuk sholat Subuh, yang akan menjadi 20 menit.

Saat fajar pada hari Minggu, jamaah kembali mengunjungi dan berdoa di Rawdah Suci di Masjid Nabawi di Madinah untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh bulan. Tempat suci yang bernama lengkap Al-Rawdah Al-Sharifa (The Exalted Garden) itu ditutup karena wabah COVID-19 di Kerajaan pada Maret lalu. Meskipun Masjid Nabawi membuka pintunya untuk menerima salat pada bulan Juni, larangan akses ke Rawdah tetap berlaku.
Rawdah Suci terletak di antara Kamar Suci (dikenal sebagai rumah Nabi), dan Mimbar Nabi (atau mimbar). Bagian tenggara Masjid Nabawi ini adalah tempat rumahnya pernah berdiri, tempat dia tinggal bersama istrinya Aisha binti Abu Bakar dan dimakamkan. Ini adalah nilai religius yang sangat tinggi bagi umat Islam. “Di antara rumah saya dan mimbar saya terletak sebuah taman dari taman surga,” kata sebuah Hadis dari Bukhari.
Para jamaah tergerak secara emosional karena bisa berdoa di Rawdah Suci dan memberi penghormatan kepada Nabi (SAW) dan kepada dua temannya, Abu Bakar Siddiq dan Omar ibn Al-Khattab di kuburan mereka.
“Saya diberkati berada di antara kelompok pertama pengunjung wanita ke Rawdah pada pagi pertama bulan Rabi Al-Awwal,” kata Hanan Al-Jihani, 39, kepada Arab News. “Ini adalah pengalaman yang luar biasa di hari yang luar biasa.”
Al-Jihani dapat memesan slotnya melalui aplikasi Eatmarna yang diluncurkan awal bulan lalu. “Mereka pertama kali memastikan barcode kunjungan saya sudah benar dan mengecek suhu tubuh saya, lalu kami menunggu beberapa menit sebelum diizinkan masuk ke Rawdah,” imbuhnya.
Al-Jihani mengenang sambutan hangat para pegawai perempuan dan aroma bakhour (dupa) di udara di seberang masjid. “Kami memohon bantuan dan kesuksesan Tuhan untuk pemerintah dan semua staf keamanan, karyawan, pekerja dan relawan yang melayani Masjid Nabawi.”

Leave a Reply